Showing posts with label puisiku. Show all posts
Showing posts with label puisiku. Show all posts

Wednesday, 13 October 2010

Puisi Tentangmu

Aku ingin menulis puisi entah kenapa , yang hadir dikepalaku sejenak setelah itu
selalu saja tentang sesuatu
yang berhubungan dengan dirimu

                         Tentang senyummu
                         yang menghias langit-langit mimpiku
Tentang hadirmu
yang dengan indah merenda syukurku selalu
                         Tentang rinduku
                    yang tak pernah berkurang walau seujung kuku

                    Rindu itu. kerap kutitip agar disampaikan padamu
                    saat kau jauh

bersama kepakan sayap sekelompok burung yang bergerak seirama
menuju harapan baru di belahan dunia sana
atau kubisikkan langsung di telingamu
saat kudekat
dalam pelukanmu yang hangat

                         Hari ini, lagi-lagi aku ingin menulis puisi                        
                         tapi yang tertulis hanya sebaris tanya 
                         apa kabarmu duhai belahan jiwa?
                         semoga kau rasakan getarnya
                         dan senantiasa menjaga cinta kita
                         dimanapun dirimu berada

Aku Untukmu Sayang ~

aku masih disini
Terpaku , termenung , terdiam
Dalam kelam dan gelapnya malam
Melayang angan dan fikiran
Entah , menuju kemana arahnya
Akupun masih disini
menelusuri detik demi detik
Waktu yang berjalan mengukir kenangan
Senyum , tawa , sedih , dan gembira
Semua menyatu dalam perasaan
Aku masih disini
Menanti…berharap..
Aku masih tetap disini
Memeluk bayangmu dalam kegelapan
Mendekap kasihmu dalam hening malam

Aku untukmu sayang
::ghanaddicted , 021010 ::

Kau Adalah Kata

Akulah sang pena
Dengan tubuh yang ditempa dari baja
Tapi hatiku tercipta dari gelembung sabun
Rapuh oleh debu
Lumpuh oleh salju
Sedangkan kau adalah kata
Lahir dari tinta kenangan
Yang mengalir di sepanjang koridor nadiku
Apalagi yang tersisa untuk dipuja?
Asa berkhianat
Pagi berubah pekat
Dan kini kau hanyalah kata
Yang diam-diam kutitipkan pada merkuri, pada kunang-kunang, pada remang lampu kamarku

Kau Duakan Cintaku

apa yg kau banggakan dari dia?
kau belum tau semuanya.
sedangkan padaku, kau tau apa saja, semuanya.
Saayang, kesalahanmu saat ini tak bisa ku bendung lagi.
sungguh aku kecewa.
mungkin aku tidak cantik seperti dia.
materi yg ku punya pun tak seberapa banding dengannya.
hanya secuil bila kau bandingkan aku dengannya.
tp satu yg boleh kau lebihkan dariku.
“kau dekat denganku , ku terbuka , tak sedikitpun hal yg luput dari kejujuranku , dan telah kau ketahui semua pun tak hanya dariku .”
apa bandingnya dengan pengetahuanmu tentang dia ?
kau terlalu cepat tergoda.
hanya sepatah kata indah saja kau sudah terbawa asmara.
seulas senyum kau terima dengan hati penuh gembira.
dan dengan separuh kalimat memelasnya saja kau sudah bisa menyayanginya.
Saayang, aku merindukanmu saat ini.
aku ingin dikau tak lagi menyapanya.
namun itu hanya kata-kata sampah bagimu.
karena kau tak lagi memilihku,
aku anggap saja hatimu mudah teracuni oleh rayuan serta penampilan.
dibalik semua diammu,
didalam kata setia,
dan dipangkal janji manismu,
serta perhatianmu,
kau buruk menilaiku.
kau anggap remeh karma.
kau anggap tiada hukum cinta.
“terserah kamu mau bilang apa!”
pasti kata itu yg kini menumpuk di ujung pangkal lidahmu .
huhh, kau kira aku akan menyerah?
menyerah dan berhenti mengejar kisahku yg dahulu denganmu?
indah tak terkalahkan primadani dan lautan.
TIDAK AKAN!
selama kau berjalan bersama dia, hukum karma tetap berjalan.
walau itu pelan, suatu saat nanti pasti datang.
JE T'AIME .
catatlah pada buku harianmu!
dengan huruf tebal dan besar.
serta tanda petik yg jelas terpapar.
“AKU PASTI KEMBALI SUATU SAAT NANTI”

PUISI CINTA KENANGAN BERSAMA

Pada sekuntum mawar yang mekar
dan air sungai yang mengalir
disitu ku lihat terukir wajah mu
dan tertulis
kisah cinta kita berdua
Sebuah nostalgia yang lalu
tidak mudah untuk ku lupakan
dan masih ku simpan erat-erat
didalam sebuah potret wajah kita bersama
puisi cinta pilihan
wahai manis ku
Dengarkanlah bisikan hati ku ini!
Pada dua persimpangan laluan jalan hidup ku ini







biduk di langit masih kering tertawa
melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal
menari kata dalam balutan puisi
membingkaikan rasa dalam bait
puisi adalah aku
aku bercinta dengan kata
dan merangkai menjadi satu kenangan indah
dekapan kalimat panjang membuai mesra diriku
kutemukan ada detak lemah setia
Cinta tak ada bedanya dengan
Seekor merpati yang merayu untuk
Dicengkeram, namun sama sekali
Tak pernah sudi untuk
Disakiti dan dilukai

Saturday, 18 September 2010

ketika nanti rambutku beruban

Kita kerap berbicara tentang masa depan
Tapi kita tak pernah tahu apa kita akan merasakannya 

Sungguh, aku ingin hari esok tetap indah seperti biasa sayang
Seperti waktu kita menyusuri jembatan pelangi
Sambil bergandengan tangan
Atau menjala gemerlap bintang yang melekat pada bola matamu

Duh, lucu rasanya membayangkan
Perihal kisah kita di masa depan.
Tapi kau tahu? Aku akan selalu membutuhkanmu
Seperti nanti
Aku membutuhkan tongkat untuk berdiri.

Apakah kelak ketika pucat salju melekat
Dan mencemari rambutku
Kau masih ada di sini? Di sisiku?
Menemaniku duduk di atas kursi goyang
Menghafal nama cucu-cucu kita.

Kadang kita ke taman
Menabur umpan kepada merpati putih gelandangan
Barang kali mereka
Bisa mengajarkan kita lebih jauh tentang kesetiaan.

Apa sinar yang datang
dari perapian musim dingin
Akan menghiasi kulit keriputmu yang selalu ku pandang
Ketika kau sedang merajut sebuah syal hangat untukku?

Tapi untuk apa syal itu?
Aku bukan wanita yang sering berpergian
Untuk meneguk bir sampai bulan mengantuk
Karena aku akan lebih senang di rumah
Mengunyah waktu dengan segenap sisa gigi di rahang yang telah lapuk
Sambil memandangi album berdebu
Milik kita di masa lalu. 

Bukan hanya tupai yang harus mengumpulkan kenari
Untuk persediaan makanan selama musim dingin
Mulai sekarang kita juga harus giat menimbun lebih banyak cerita
Agar nanti bisa kita kenang kembali di hari tua
Ketika pena kehabisan tintanya.